Investasi Masuk, Ekosistem Alam Berubah Drastis

07 Feb 2017, 10:15 | Dibaca : 421

Pontianak, BCC - Ketergantungan manusia terhadap alam begitu besar. Sehingga proteksi kawasan sangat perlu dilakukan, agar keseimbangan antar manusia dan alam dapat berlangsung lama. Hal itu telah dirasakan oleh masyarakat Desa Subah Kecamatan Tahan Hilir Kabupaten Sanggau.

Sebagaimana yang diceritakan oleh Antonius Anam kepada Dusun Subah Setelah investasi perkebunan masuk ke desa Subah ekosistem alam berubah secara drastis.

“ Dulu banyak sekali potensi yang di dapat dari alam. Sarang lebah banyak. Bahkan masyarakat  dulunya adalah petani madu. Namun bergesernya waktu setelah investasi masuk barang itu hilang”, kata Antonius Anam saat ditemui di kegiamannya Jum’at 03 Januari 2017

Bukan hanya lebah kata Anam, habitat-habitat lainnya juga ikut punah dengan hadirnya investasi. Bekantan, Orangutan dan Enggang juga menjadi korban dari sebuah investasi yang masuk ke desa Subah.

“ Masyarakat disini dulunya bergantung dengan alam. kayu, rotan, ikan serta berburu secara tradisional. Setelah masuknya investasi sawit semuanya hilang”, kata Anam

Dengan masuknya investasi, masyarakat desa Subah beranggapan taraf kehidupan akan menjadi lebih baik. ternyata taraf hidup masyarakat sekarang lebih susah dari pada dulu. Karena alam sudah beralih fungsi

“ Jadi dengan adanya alih fungsi lahan berbagai macam kehidupan masyarakat tergeser, terutama kesehatan. Air sudah tak sebersih dulu, jenis ikan semakin berkurang. Dulu ada 120 jenis sekarang tinggal 90 jenis. Dengan bergesernya fungsi alam maka terancamnya suatu kepunahan terhadap populasi hewan dan iklim pun berubah”, jelas Anam.

Perusahaan sawit yang beroprasi di Desa Subah, Kecamatan Tahan Hilir Kabupaten Sanggau adalah PT Mega Sawindo Perkasa (MSP). Untuk mengembalikan hak kelola masyarakat dan sumber air yang bersih serta polulasi hewan yang dulunya pernah ada, masyarakat Desa Subah didamping beberapa Non Government Organization (NGO) diantaranya Swandiri Insitute (SI), Gemawan dan Publish What You Pay ( PWYP) Indonesia.

(Fathul Birri)




Diposting Oleh : Admin BCC
© Copyright LPSAIR 2013

0 Komentar :

(Masukkan 6 kode diatas)





©http://m.borneoclimatechange.org